Jadi Sales?

Spread the love

Menjadi Seorang Sales Kanvas sebenarnya bukan pilihan ane, namun itu kehendak Tuhan yang kasih saya pekerjaan ini. Ane juga bingung sebenernya kok bisa ya ane dari lulusan IT, nyantol pekerjaannya ga ada hubungannya sama sekali dengan IT, eh tapi ada sedikit dink 😬. ane dulu sales trus bakulan soto lalu nyales lagi. Ane menjalani kehidupan sebagai sales kanvas di suatu distributor suatu produk ya kalo di itung itung sudah sekitar 5 bulan ini, ya tentunya pengalaman yang sangat masih minim kalo baru segitu 😬. Sudah banyak suka duka dijalani di 5 bulan ini

Emang awalnya ane ngerasa gamang & ngeraba-raba di bidang ini, soalnya masi baru dan sangat sangat baru bagi ane. dimana ane yang biasanya hanya bergaul dengan bahasa pemrograman, ane yang bergaul hanya dari layar monitor dan papan keyboard. sekarang harus berhadapan langsung dengan konsumen, dimana konsumen ini bukan lah orang sembarangan. mereka adalah pemilik pemilik toko baik besar maupun skala kecil, jadi bukan ke end-user langsung. Kalo diistilahkan dalam dunia IT, ini posisi ane jadi sales di suatu terminal entiti yang mendistribusikan produknya ke gateway yang nantinya dari gateway ini di alirkan ke end-user

Awal-Awal masuk di perkerjaan ini, walah groginya minta ampun… minder iya! ane yang hanya programer kelas rendah yang lama jualan soto 😂, tau tau suru kelilingan.

Banyak cibiran sana sini, kamu lulusan ini itu kok mau jadi sales? ah.. abaikan kata-kata itu, terserah orang mau berkata ap tentang pekerjaan ku, kadang orang ga tau perjuangan tangis, amarah, sakit hati dan harapan dibalik itu. Mereka hanya bisa mencibir.
kalo aku sih, jadi sales why not? hampir di semua bidang itu membutuhkan sales/marketing/pemasaran/ menjual. lha sekarang bakul itu kan juga sales. dulu aku waktu handle warung makan, apa bedanya sama sales? “mari kakak silakan, mau makan apa?” itu kan juga menjual a.k.a sales, cuma bedanya mogrok ditempat a.k.a ga kemana mana. Tukang bakso , tukang siomay, tukang cimol, tukang batagor keliling pun juga sales kanvas , itu… ngga tabu kan hehehe… Yang penting jujur & halal.

Awal ane kerja di distributor di semarang ini, langsung handle luar kota. awal ngerasa canggung adaptasi nya, apalagi luar kota aku denger logat tiap daerah dari yang biasa aja, hingga yg ngapak (awal ane ngerasa lucu kalo denger orang ngapak, sekarang biasa aja) Seru juga di dunia ini, ane menemukan banyak sekali orang dengan berbagai latar belakang, berbagai macam karakter. Sedikit banyak pekerjaan ini membawa pengaruh ke pola pikir ku, tentunya yang lebih terasa, aku ngga sempit pikir, kalo yang dahulu cupet sempit, sekarang lebih terbuka.

kenapa bisa begitu? ya, lambat laun ane mulai kenal dengan sales sales lain baik dari produk yang sama maupun beda. kalo di hotel kadang kalo pas ga capek, ikutan ngobrol, sharing pengalaman, sharing informasi, berbagi pandangan hidup. dan tentunya ada rasa motivasi ke diriku sendiri, padahal mereka ngga kasi motivasi secara lanngsung kayak om mario teguh lho..
entah dari mana, kadang ada sugesti yang bikin semangat lagi. Aku disini juga belajar dan terus belajar, mengorek strategi bisnis yang baik, menjadi sales force, gimana memasarkan suatu produk ke toko ritel bahkan swalayan. Belajar sistem nya mereka seperti apa, siapa tau kelak berguna.

Yang jelas, aku bersyukur bisa dapat pekerjaan ini di kota semarang, sudah lama aku berharap bisa kerja di semarang. Tuhan belum mengijinkan ku buka Tora Tora Soto di Semarang, tapi Tuhan mengijinkan aku untuk bekerja di semarang city melalui perantaraan orang lain.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *