Menikmati Deburan Ombak Pantai Petanahan Kebumen

Berada di kota Kebumen, ketika kerjaan sudah kelar, ngga adalagi toko yang dikujungi hari ini, lagian jam sudah menujukan pukul 17:15 menit, ane pun iseng untuk mengunjungi suatu obyek wisata alam yang konon masih baru, Yaitu pantai pandan kuning / Karanggadung yang konon sarat dengan cerita tentang kesetiaan cinta. Oiya, pantai ini, lebih dikenal dengan pantai petanahan kebumen. Pantai ini berlokasi sekitar 17 Km Barat daya Kota Kebumen, dari pasar petanahan lurus terus +/- 3,3 KM. Tepatnya di desa karanggadung kecamatan Petanahan, Kab Kebumen.

Menurut info dari temen yang orang bumen,  untuk masuk mengunjungi pantai in ngga ada tiket retribusi, aka masih gratis. Namun, saat memasuki ane dan temen masuk kawasan pantai, ternyata ada pintu gerbang loket wisata yang lumayan apik & keren jozz, disitu  ada dua orang bapak-bapak yang meminta kami membayar ongkos masuk, dihitung per kepala. Tidak seberapa, tiket nya murah dan sangat terjangkau.

Pantai ini dikenal dengan deburan ombaknya yang keras dan ganas, yah semacam di pantai-pantai sepanjang gunung kidul, wajar ombak nya besar karena masi sederet sama segoro kidul. Ane sampai  datang sekitar pukul 16.30 WIB, ombak saat itu masih cukup tenang tapi cenderung bergemuruh. Namun, beberapa menit kemudian ombak laut mulai lebih agresif dan agak seram menyapu pantai. Ane suka sekali liat para anak-anaknya tuan crab (kepiting) pada berlarian kesana kemari, kalo abis lubangnya kemasukan air laut. **sayangnya ane ga ketemu spongebob*

Disini, ane juga senang ngeliatin orang yang lagi “nderes” nira dari pohon kelapa, maklum ane belom penah liat begituan. Disini banyak pohon kelapa yang lumayan pendek, ternyata dibudidayakan dan dikaryakan oleh para petani nira 🙂

Konon, kata temen ane juga , di pantai petanahan, ada monumen peringatan dini tsunami, dimana monumen ini bentuknya tower/menara dan sampai sekarang masih difungsikan untuk EWS (Early Warning System) dan media informasi melalui pengeras suara yang dipasang diatas monumen. hanya keterbatasan waktu, ane belom sempat menelusur dan menemukan monumen ini. dan konon pula ada pula tempat didaerah ini namanya pandan kuning, dimana lokasi itu sering digunakan untuk ziarah/tirakat atau bertapa.


Kesan ane pertama mengunjungi pantai ini terkesan tidak terlalu ramai, cocok banget buat menenangkan diri, melepas penat sejenak dari rutinitas kegiatan sehari-hari, sambil menikmati sajian keindahan alam karya Yang Maha Kuasa, bisa juga berselfie ria bagi yang narsis, ada beberapa spot bagus untuk berpose. Pantai ini cukup bersih lhoo, cuman sayang kurang maksimal dalam perawatan, ane temui ada beberapa gazebo yang ada sudah rusak. Padahal kalo bagus kan asik buat kongkow.

2 Comments


  1. Sepertinya belum banyak pengunjung dari luar kawasan Kebumen ya Gan? Tertarik berkunjung. Ada tempat nginep di pantai ini ato kalo mau cari penginapan musti di Kota Kebumennya aja ya? Makasih sebelumnya lho.

    Reply

    1. iya masih kurang publikasi.
      kl hotel biasanya aku cari di kota kebumen nya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *