Om Tolelot Om Telolet Om, dari Indonesia yang kini mendunia

    Si Tora Ikutan Demam Tolelot

    om tolelot om
    dah gitu aja, lagi pengen teriak teriak gitu :p

    Belakangan ini makin santer aja terdengar istilah “om telolet om” atau “om tolelot om” bahkan “mang minta klakson donk”, apa sih arti om telolet om itu? bahkan kini istilah tersebut sudah semakin mendunia, seakan bersaing rating dengan goyang ppap dari jepang (pen pineapple apple pen).
    konon juga saking mendunia nya, ada pula teloleters di jepang.
    padahal di daerah saya ini sempat sudah mulai reda demam tolelot nya ga se gencar dulu.

    Sebenarnya fenomena teloletmania ini sudah lama sekali, ane tau dan sempat ikutan alay dari bismania biasa sampe ndlosormania hehehe… sekitar tahun 2011 akhir. waktu itu klaskon unik bernada musik/lagu ini belum begitu santer & gencar didengar. baru satu dua PO (perusahaan otobus) yang pasang klakson tolelot ini dan memainkannya dijalanan. waktu itu ane masih aktif sebagai TL (Tour Leader) nah, ane mulai dengar awalnya PO efisiensi yang sudah mainan klakson Freng, ane pikir awal mulanya adalah klakson freng ini yang di modifikasi. menggunakan banyak corong dan bisa menghasilkan lagu, tidak hanya freeeng saja.

    Entah awal mula nya bagaimana, kok bisa sekarang anak anak kecil bahkan yang dewasa pun ikutan demam tolelot, ikutan berjajar di pinggiran jalan jempol jempol ikut minta klakson.
    waktu jaman ane dulu, memang ada anak bismania yang lagi hunting foto bus, ketika ada bus lewat, apalagi idolanya (po mania), mereka angkat jempol, nah si sopir membalas salam mereka dengan membunyikan klakson freng itu. emang sih rasanya bahagia kalo si sopir membalas salam kita dengan klakson atau kadang cuma kasih lampu dim saja. Klo sekarang seolah2 malah si telolet mania yang minta klakson hehehe…
    (wajar sih, soalnya kita bisa dengar musik gratis :p)

    Lalu, kenapa sih kok bisa jadi viral, populer bahkan masuk tivi dan artis artis ikutan bahas?
    Pasti awal mulanya ada yang posting video anak anak lagi berburu telolet cuman ane ngga tau siapa hehehe..

    Kalo ane lagi perjalanan ke semarang sering lihat hampir di pinggir jalanan jogja semarang (kebanyakan di ungaran, deket pasar babadan) anak anak kebiasaan berburu suara klakson tiap sekitar jam 4 sore. Nggak hanya anak-anak sebenarnya, tapi para orang tua, mbak-mbak mas-mas atau kakak-kakaknya (pokoknya yang nemeninlah ya) itu juga ikutan. Anak-anak itu banyak juga yang masih pake seragam lho. Biasanya mereka akan berdiri di tepi jalan raya yang dilewati bus antar kota antar provinsi (AKAP) lintas Jawa Tengah sambil jempol-jempol, bawa kamera HP dan terkadang ada juga yang sampai bawa kertas besar atau potongan dus bertuliskan “OM TELOLET OM”

    Ane ngga ngerti juga kenapa. Rasanya ikut senang dan bahagia sama anak-anak ini, melihat tingkah lucu & tawa mereka. Mereka teriak teriak bahkan lompat kegirangan tatkala request mereka dibalas dengan telolet, apalagi yang super panjang. Bahwa kebahagiaan itu mudah sekali ditemukan. Buat anak-anak, sebenarnya bahagia itu sederhana. Mereka tidak dipusingkan dengan urusan kerjaan, bahkan politik yang makin kini makin ruwet seperti benang kusut yang makin kusut karena isu isu bernafaskan sara dan konflik.

    Yah Semoga kebahagiaan anak-anak dan kami pecinta telolet tidak tercemar dan dirusak oleh segelintir orang yang terlalu pintar dan bersumbu pendek, yang suka pakai ilmu cocoklogi tak tik tuk (utak atik gathuk), Yang suka mengait ngaitkan suatu hal dengan hal lainnya padahal maksa dan ngga pas.
    Biarkan kami bahagia, biarkan kami menikmati telolet tolelot tanpa diganggu urusan politik dan sebagai nya.

    Salam Bismania, Salam Ora Ngeblong Ora Penak.
    Salam Telolet Mania.
    Bahagia itu sederhana!

      2 thoughts on “Om Tolelot Om Telolet Om, dari Indonesia yang kini mendunia

      Tinggalkan Balasan

      Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *