Beda Server Hosting Onshore dengan Offshore

    Mungkin buat temen-temen blogger dan yang berkutat dengan dunia server perhostingan, istilah berikut bukanlah hal yang asing lagi untuk didengar -> server onshore dengan offshore

    namun buat orang yang awam termasuk ane juga 🙂
    ada rasa bingung dengan keduanya dan munculah pertanyaan apa beda server hosting onshore dengan offshore?

    ternyata jawab tentang perbedaan itu adalah sederhana… kuncinya adalah tentang kebebasan. yah kebebasan untuk menyimpan file/data di server.
    “Lah kita kan sudah sewa hosting bayar (mahal) pula.. masa gak bebas mau nyimpen data…” <- awalnya ane punya pikiran seperti itu.. dan mungkin temen2 juga.. Yah di server onshore, kita memang "punya" hak untuk menyimpan file-file kita (legal) tentunya. Dengan kata lain di server onshore data kita dipantau tentang legalitas & kesesuaian dengan undang2 yang berlaku di tempat server itu berada. misal: kita sewa server di USA dimana negara itu mempunyai kebijakan tentang DCMA,anti piracy. Nah kita NGGAK BOLEH naruh file NULLED/cracked/patch di server itu. Ato jika nekat,maka hosting disuspend bahkan anda bisa berurusan dengan polisi. Sebaliknya dengan server offshore, anda bebas menaruh file anda termasuk juga konten dewasa alias bokep bin pornografi. Biasanya, server offshore harga sewanya lebih mahal daripada yang onshore. Saat ini, setau ane di Indonesia (server hosting jaringan IIX) belum ada server offshore, kita masih terikat dengan UU ITE. server offshore banyak ditawarkan di US/negara2 lain yang peraturan cyber nya masih lemah. Pilih mana, offshore ato onshore? sesuaikan kebutuhan anda. Oya, server offshore menurut ane kurang bagus, karena sekuritinya kurang.. Gak stabil juga. Dan yang mesti (pengalaman ane) servernya sering overload... *maap kalo pengalaman ane salah

      3 thoughts on “Beda Server Hosting Onshore dengan Offshore

      Tinggalkan Balasan

      Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *