Mendisable dan Mengatur Autosave WordPress

    Semenjak WP 2.6 (kalo gak salah) , WordPress memberikan fasilitas baru yaitu “autosave” adajuga yang menyebut “post revision”. Auto Save ini bisa juga dijumpai saat kita menulis diapplikasi word processor seperti MS Office, Open Office dan kawan-kawannya 🙂

    Autosave ini berfungsi untuk menyimpan segala perubahan pada artikel anda secara kronologissetiap 60 detik sekali. intinya Autosave itu untuk membackup text yang telah kita ketik kedraft sehingga, jika seandainya ada kejadian yang “sesuatu banget” -> PLN lagi gakbersahabat (haha) maka data yang sudah kita ketikkan capek-capek gak ikutan hilang begitusaja. Fitur ini berguna banget untuk para temen-temen blogger yang terbiasa menulis langsung di Blog Text Editor (Add New Post) termasuk ane nih… 😛

    Namun, jika diperhatikan secara seksama (di bagian teknis) fitur autosave ini memilikikekurangan, yaitu hasil dari simpanan autosave ini akan membuat database kita membengkak dan bikin database kita sebesar gajah (doh)
    anda bisa ngecek di database anda via MysqlGUI (PHPMyAdmin or MysQLyog dll) masuklah ke databse anda -> cari tabel WP_POST -> cari kolim POST_NAME nah disana akan terlihat ada banyak berisi 1-autosave, 1-autosave-2, 1-autosave-3, 1-revision, 1-revision-2,1-revision-3, 1-revision-4, 1-revision-5.

    Sebagai contoh misal anda memiliki 100 postingan dengan 10 revisi / backup per masing-masingposting, maka anda akan menyimpan 1000 postingan salinan data lama yang kurang dibutuhkan.setiap revisi yang anda akan menambah beban database anda dan akan mempengaruhi kinerja blog kita. dan fatalnya sebagian hosting space kita akan habis termakan database yang sebenarnya gak dibutuhkan lagi.

    Untuk mengatasi hal itu, anda bisa saja mengatur atau mendisable fitur autosave.

    = Mendisable Fitur Autosave WordPress =
    Hal ini sebenarnya bisa saja dilakukan, namun hal ini saya TIDAK MEREKOMENDASIKAN dan ini bukanlah hal yang bijaksana. karena memang, dalam ukuran kecil autosave masih dibutuhkan.
    Namun, jika anda ngotot pengen disable autosave ya monggo… ini caranya…

    Coba edit kode program php di dalam direktori wp-admin yaitu post.php, page.php, page-new.php dan post-new.php.
    Cari kata wp_enqueue_script(‘autosave’)
    Jika telah menemukan kode tersebut maka sisipkan tanda remark ( // ) didepan script

    tersebut sehingga menjadi
    // wp_enqueue_script(‘autosave’)

    Berikut adalah hal yang lebih bijaksana dalam menangani auto save menurut ane:

    = Mengatur Autosave Timer melalui WP-config =
    Anda bisa mengatur waktu autosave, yang biasanya per 60 detik menjadi sesuai selera anda buka file /wp-config.php dan tambahkan

    # auto save setiap 5 menit #
    define(‘AUTOSAVE_INTERVAL’, 300);

    angka 300 bisa diganti dengan keinginan anda, namun rekomendasi saja untuk mengeset autosave jangan lebih dari 10 menit jika anda termasuk dengan orang yang sering mengetik langsung di TextEditor wordpress.

    menurut ane kedua cara tersebut adalah kurang bijaksana,mengingat di negara kita PLN sering banget gak bersahabatnya. Sebenarnya ada cara yang bijak, yaitu menghapus file backup autosave nya… jadi tidak mengubah standar dari autosave dan database kita gak bengkak kek gajah (doh)

    ntar ku tulis di postingan berikut saja yah…
    mau gara tugas dulu… 🙂

      Tinggalkan Balasan

      Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *