Hati-Hati Bikin Theme Blog

    Kasus persengketaan blogger indonesia dengan perusahaan besar kini terualang lagi, kali ini menyangkut si raksasa FB. Buat temen-temen khususnya blogger yang sering utak -atik atau bikin theme sendiri, hendaknya kini berhati-hati kalo gak ingin memiliki masalah dikemudian hari yang diakibatkan oleh themes/layout blog yang dipakainya… adithc

    baru-baru ini, aku membaca berita dari detikom, ada seorang blogger asal indonesia yang kini sedang berurusan dengan sebuah perusahaan cyber raksasa yaitu FACEBO*K. FB menuntut si blogger karena ia dianggap melanggar HAKI/ Hak kekayaan intelektual yaitu ia dianggap menjiplak tampilan/layout facebook untuk diterapkan di blognya dan tak hanya itu, ia meng-opensourcekan themes yang dibuatnya… en gak tanggung2 si FB menuntun beberapa Milyar ke si blogger :nangis nih beritanya, aku copas aje dari detik:

    Jakarta – Seorang blogger Indonesia tengah dibuat pusing lantaran kreasi themes blog besutannya dipermasalahkan Facebook. Memang ia tidak mengambil untung dari kreasinya yang mirip tampilan Facebook itu. Namun apakah hal ini diperbolehkan di mata hukum? Kisah berurusannya Ainun Nazieb — nama blogger tersebut — dengan Facebook ini bermula ketika ia coba berkreasi membuat themes untuk blog yang tampilannya mirip dengan Facebook. Tema yang ia pilih adalah ‘Smells Like Facebook’. “Awal membuat themes ini untuk pribadi, lalu dirilis untuk umum. Tapi bukan untuk dijual, jadi banyak yang download,” ujarnya. Hanya saja, kreativitas Nazieb berbenturan dengan Undang-undang Hak Cipta. Hingga pada akhirnya, dirinya dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum Facebook untuk mengklarifikasi masalah ini. Menurut praktisi hukum Donny A. Sheyoputra, perwajahan, layout, lukisan, foto, atau karya lain merupakan kreasi intelektual yang dilindungi menurut Undang-undang Hak Cipta. Artinya, perbanyakan atau pengumuman atas ciptaan berupa perwajahan atau layout ini hanya bisa dilakukan atas ijin pencipta atau pemegang hak cipta. “Seorang pemegang hak cipta berhak melarang pihak lain agar tidak melakukan pelanggaran atas hak cipta yang dimilikinya, baik hak ekonomi maupun hak moral karena sifat hak cipta adalah eksklusif,” ujarnya kepada detikINET, Kamis (17/11/2011). “Jadi dalam hal ini, terlepas dari ada atau tidaknya maksud/kepentingan ekonomi si pelakunya, hal ini akan kembali pada si pemegang hak cipta. Jika ia mengizinkan, maka silakan saja. Namun jika tidak, ya harus dihormati. Nah, jadi dalam hal ini kata kuncinya adalah izin dari pemegang hak cipta,” tukas penggagas Donny Sheyoputra Law Office, kantor hukum yang juga menerima pendaftaran HKI tersebut. Pun demikian, mantan Kepala Perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia itu tak ingin langsung menilai, apakah dalam hal ini yang dipermasalahkan dalam kasus blogger vs Facebook itu adalah perwajahan atau layout tadi. Sebab cuma sebagai pihak luar, sedangkan yang tahu masalah tersebut hanya para pihak terkait. “Bisa saja aspek HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual-red.) yang dipermasalahkan, juga trademark-nya atau merek? Jadi kita tidak boleh memperkeruh suasana dengan menerka-nerka,” lanjut Donny. Pidana, Perdata, Damai Terkait dengan konflik yang timbul karena kasus hak cipta sendiri, penyelesaiannya pun dijelaskan Donny bisa bermacam-macam. Bisa secara pidana, perdata, atau dengan melibatkan alternatif penyelesaian sengketa yaitu mediasi, negosiasi, atau arbitrase. “Itu tadi adalah hal kedua tentang penyelesaian sengketa. Nah, hal ketiga adalah bahwa ciptaan dilindungi tanpa harus lebih dulu didaftarkan ke Ditjen HKI,” imbuhnya. Perlindungannya bisa otomatis karena menganut sistem deklaratif. Artinya otomatis diberikan saat ciptaan itu lahir dalam wujud yang kongkret, bukan sekadar abstrak dan sebatas ide. “Jadi misalnya layout Facebook, maka tanpa harus didaftarkan pun ada perlindungannya,” kata Donny. “Tapi dari semua itu, yang harus diingat adalah penyelesaian sengketa bisa dengan cara damai. Mungkin mereka (pihak yang dituntut-red.) tidak berniat jahat, hanya karena keterbatasan pengetahuan,” ia menandaskan. Edukasi vs Mengejar Klien Konsultan HKI pun diimbau untuk dapat mengemban tanggung jawab sosialnya dengan ikut mengedukasi masyarakat. Jangan sekadar mengejar klien dan keuntungan dengan menerima kasus-kasus semata. Namun sama-sama meningkatkan kecerdasan masyarakat. Jadi risiko terjadinya kasus seperti ini dapat dihindari. Karena secara nyata masyarakat tidak akan siap jika harus berperkara dengan raksasa seperti Facebook. “Tiap tahun banyak muncul konsultan HKI baru yang dilantik. Tentu saja mereka ingin sukses dalam mengelola dan membuka kantor jasa masing-masing. Tapi ya itu, misi sosialnya jangan dilupakan,” pungkas Donny.

    berita tentang tuntutan denda yang dilayangkan FB:

    [quote]JAKARTA – Bloger Indonesia yang terkena masalah pelanggaran hak cipta dengan Facebook, yakni Ainun Nazieb mengaku dalam salah satu tuntutannya, Facebook memberikan sanksi sebesar Rp2 miliar. Nazieb menjelaskan beberapa poin yang dituntut oleh pihak Facebook kepada dirinya terkait penggunaan tema blog yang mirip dengan Facebook tersebut. Dalam surat tuntutan yang dilayangkan Facebook ada 3 tuntutan yang dikenakan terhadap Nazieb. Salah satunya menuntut sanksi maksimal sebesar Rp2 miliar kepada Nazieb. “Sebenarnya saat ini belum ada upaya penuntutan secara langsung dari pihak Facebook, tapi kuasa hukum (perwakilan) Facebook yang beralamat di jalan Jendral Sudirman, Jakarta, meminta saya untuk menghadap karena ada indikasi melanggar hak cipta,” jelasnya “Secara keseluruhan dari tuntutan yang saya baca ada 3 poin tuntutan, 2 pidana dan 1 perdata, di mana salah satu tuntutan berisi sanksi maksimal denda Rp2 miliar,” ungkapnya kepada okezone, Kamis (17/11/2011). Nazieb menyatakan tidak menyangka akan mendapatkan surat panggilan oleh Facebook terkait keisengannya untuk membuat blog yang menyerupai Facebook yang dia namai “Smells Like Facebook”, dia tidak membayangkan akan mendapatkan sanksi hingga Rp2 miliar. Saat ini Nazieb masih berkonsultasi dengan kuasa hukumnya mengenai masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Beruntung dirinya memiliki atasan yang baik dan membantunya menyediakan pengacara untuk menghadapi masalah tersebut. (tyo)

    sc:[url=http://techno.okezone.com/read/2011/11/17/55/530670/facebook-tuntut-bloger-tanah-air-hingga-rp2-miliar]okezone[/url][/quote]

    semoga kejadian-kejadian persengketaan di dumay gak terulang lagi di masa depan.

      Tinggalkan Balasan

      Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *